Have you sign up RSS Feed Live Bookmarks?

:: Nasehat ini disampaikan langsung oleh 'Ulama kita Syaikh DR. Muhammad ibn Hadi hafidzahullah dan ditujukan kepada para Du'at Salafiyyin di seluruh Indonesia. Direkam di Makkah beberapa waktu yang lalu pada saat Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul Akmal, Lc melaksanakan umroh. Hadir pada saat itu As-Syaikh Abul Abbas 'Adil Mansyur Al Yamani hafidzahullah, Al-ustadz Muhammad Wildan Lc, al Ustadz Abdul Salam Ambon dan beberapa du'at salafiyyin serta ikhwah salafiyyin lainnya, barakallahufiikum. Untuk Mendownload rekaman filenya, silahkan klik disini!!! [file size: 1,6 Mb]

Senin, 30 November 2009

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dan Qashidah Al-Burdah

by: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman

Ilmu dan keadilan Allah Subhanahuwata’ala selalu menyertai hamba-Nya. Kasih sayang-Nya senantiasa menyelimuti kehidupan mereka dan kebijaksanaan-Nya selalu mengiringi langkah mereka. Namun kelalaianlah yang telah menjadikan manusia itu lupa akan semuanya. Bukan hanya sekadar lupa, dimana itu lebih ringan, namun lupa diringi dengan penentangan terhadap kebijaksanaan Allah Subhanahuwata’ala serta melanggar segala perintah dan larangan-Nya. Kasih sayang Allah Subhanahuwata’ala mereka balas dengan berbuat keji dan berbuat zalim, padahal kasih sayang Allah Subhanahuwata’ala meliputi segala sesuatu.

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ( سورة الأعراف – سورة 156                   
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu" (Al-A'raf : 156)

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Subhanahuwata’ala terhadap hamba-hamba-Nya adalah Allah Subhanahuwata’ala menurunkan kitab-kitab-Nya serta mengutus kepada mereka para nabi dan rasul untuk membimbing mereka ke jalan wahyu-Nya serta mengarahkan mereka kepada jalan yang akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Membimbing mereka ke jalan yang diridhai Allah Subhanahuwata’ala dan memperingatkan dari jalan yang dimurkai-Nya. Kasih sayang Allah Subhanahuwata’ala kepada mereka tidak berakhir dengan habisnya masa kenabian dan kerasulan yang ditutup dengan Nabi kita Muhammad bin Abdullah shalu’alaihi wasallam. Namun Allah Subhanahuwata’ala telah membangkitkan kepada setiap generasi, ulama yang memiliki tugas untuk melangsungkan tugas para rasul di tengah umat ini. Termasuk dalam sederetan ulama tersebut adalah Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah.

Siapakah Beliau?
Beliau adalah Muhamad bin Idris bin Al-Abbas bin ‘Utsman bin Syafi' bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lua'i bin Ghalib, Abu Abdullah Al-Qurasyi Asy-Syafi’i Al-Makki rahimahullah.

Beliau adalah salah satu dari imam madzhab yang masyur di kalangan kaum muslimin. Beliau lahir pada tahun 150 H, tahun meninggalnya Abu Hanifah rahimahullah, di daerah Gaza. Para ulama telah menulis riwayat hidup Al-Imam Syafi'i rahimahullah dalam bentuk karya yang banyak. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang imam yang dikagumi oleh kawan dan lawan.

Pada suatu ketika Al-Imam Ahmad rahimahullah duduk bersamanya. Lalu datanglah salah seorang teman beliau mencela beliau karena meninggalkan majelis Ibnu 'Uyainah rahimahullah -  guru Al-Imam Asy-Syafi'i, lantas duduk bersama orang A'rabi (Arab dusun) ini. Lalu Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata kepadanya: "Diam kamu. Jika luput darimu hadits dengan sanad yang 'ali (tinggi) maka kamu akan mendapatkannya dengan sanad yang nazil (rendah). Jika luput dari hasil akal orang ini (Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah), aku khawatir kamu tidak mendapatkannya. Aku tidak melihat seorangpun yang lebih faqih tentang kitab Allah Subhanahuwata’ala dan sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wasallamdari pemuda  ini (Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah)."

Beliau, Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata: "Kalau bukan karena Asy-Syafi’i, dengan izin Allah Subhanahuwata’ala, niscaya kita tidak akan bisa memahami hadits." Dalam sebuah riwayat beliau berkata: "Beliau (Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah) adalah orang yang paling faqih tentang kitabullah dan sunnah Rasulullah shalu’alaihi wasallam."

Dawud bin Ali Azh-Zhahiri rahimahullah, seorang imam dalam "Manaqib Asy-Syafi’i" berkata: "Ishaq bin Rahawaih berkata kepadaku: 'Tatkala saya pergi bersama Ahmad ke  Asy-Syafi’i di Makkah, dan bertanya tentang benyak hal, saya dapati beliau adalah orang yang fasih dan baik akhlaknya. Tatkala kami berpisah dengannya, sampailah informasi dari sekelompok orang yang ahli di bidang tafsir bahwasanya dia (Asy-Syafi’i rahimahullah) adalah orang yang paling mengerti tentang makna-makna Al-Qur'an (tafsir) pada masanya dan sungguh dia telah diberikan kefaqihan. Jika saya tahu (sebelumnya) niscaya saya akan bermulazamah (belajar khusus) kepadanya'."

Dawud rahimahullah berkata: "Saya melihat beliau (Ishaq bin Rahawaih rahimahullah) menyesali apa yang luput dari ilmunya (Asy-Syafi’i rahimahullah)." Bahkan penduduk Makkah menggelari beliau dengan Nashirul Hadits (pembela hadits) disebabkan kemasyuran beliau dalam membela sunnah dan semangat beliau yang tinggi untuk mengikutinya. (lihat Muqaddimah "Ar-Risalah" hal.6, tahqiq Ahmad Syakir rahimahullah dan "Manhaj Al-Imam Asy-Syafi’i fi Itsbat Al-Aqidah, 1/20).

Abdurrahman bin Mahdi berkata: "Saya tercengang ketika melihat kitab 'Ar-Risalah', karena saya melihat ucapan seseorang yang berakal, fasih dan penasehati. Maka saya banyak berdoa untuknya."

Aqidah Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah.
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam menetapkan aqidah berjalan di atas jalan as-salafushalih dari umat ini. Hal ini terlihat dalam beberapa kaidah di bawah ini:

1. Konsekuen dengan Al-Qur'an dan As-sunnah serta Mendahulukan Keduanya Daripada Akal.
Mengambil apa yang datang di dalam Al-Kitab dan As-Sunnah merupakan prinsip beliau rahimahullah. Ini merupakan salah satu prinsip Ahlussunnah, karena keduanya merupakan sumber pengambilan aqidah Islamiyyah. Tentunya, seorang muslim tidak boleh mengganti keduanya dengan adat-istiadat, ajaran nenek moyang, tahyul, khurafat, hasil olah akal, perasaan, siyasah (politik), ishtihsan (anggapan baik) atau lebih mendahulukan taklid daripada keduanya. Tidak ada petunjuk dan kemaslahatan melainkan dengan berpegang teguh pada keduanya. Inilah sesungguhnya sikap orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahuwata’ala, sebagaimana firman-Nya:

  فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا 

( سورة النساء - سورة 65 )
"Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (An-Nisa' : 65)



وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا 

( سورة الأحزاب -36 )    
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pillihan (yang lain)  tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (Al-Ahzab : 36)

Di atas prinsip inilah, kaum salaf (para Sahabat radhiu’anhum) umat ini berjalan. Mereka beriman kepada Allah Subhanahuwata’ala dan segala apa yang  datang dari Allah Subhanahuwata’ala. Mereka juga beriman kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wasallamserta segala apa yang datang dari beliau. Mereka beribicara dengan kemampuan mereka tentang apa yang telah disyariatkan oleh Allah Subhanahuwata’ala untuk berbicara. Mereka pun diam pada perkara yang mereka tidak sanggup dan tidak disyariatkan oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah termasuk dari sederetan imam-imam salaf umat ini. Ucapan beliau yang masyhur adalah:
"Saya beriman kepada Allah Subhanahuwata’ala dan segala apa yang datang dari Allah Subhanahuwata’ala, sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah Subhanahuwata’ala. Saya juga beriman kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan dengan segala apa yang datang dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. (lihat "Majmu' Fatawa, 4/2 dan 6/354)

2. Menetapkan Aqidah dengan Hadits-Hadits Ahad.
Para Sahabat Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan generasi setelah mereka dari kalangan tabi'in dan salaf umat ini telah bersepakat tentang wajibnya beramal dengan hadits walaupun itu hadits ahad, baik mereka mengatakan hadits ahad memberikan manfaat ilmu atau zhan (praduga). Tidak ada yang menyelisihi mereka dalam masalah ini kecuali sebagian kelompok yang tidak menganggapnya, seperti Mua'tazilah atau Rafidhah (kaum syiah yang mengkafirkan para Sahabat radhiallahu’anhum kecuali 'Ali radhiallahu'anhu). (lihat "Al-Ihkam karya Al-Amidi 2/64 dan "Irsyadul Fuhul" hal. 48-49).

Al-Khathib Al-Baghdadi rahimahullah berkata: "Beramal dengan hadits ahad merupakan pendapat seluruh tabi'in dan ulama fiqih generasi setelah mereka, di seluruh negeri kaum muslimin, pada setiap masa. Tidak ada satupun riwayat adanya pengingkaran dan penentangan dari mereka." (lihat "Al-Kifayah 72)

Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah telah membela madzhab salaf dalam hal wajibnya beramal dengan hadits-hadits ahad dalam seluruh perkara Islam, termasuk di dalamnya aqidah. Tidak pernah ada riwayat bahwa Al-Imam Asy-Syafi'i membedakan antara permasalahan aqidah dengan selainnya. Bahkan diriwayatkan dari beliau, ketika disampaikan hadits tentang kaum mukminin melihat Allah Subhanahuwata’ala pada hari kiamat nanti dengan mata langsung tanpa adanya hijab, beliau ditanya oleh Sa'id bin Asad: "Apa yang engkau katakan tentang hadits ru'yah (melihat Allah Subhanahuwata’ala)?" Beliau berkata kepadaku: "Wahai Ibnu Asad, coba putuskan, aku ini orang hidup atau telah mati? Setiap hadits yang shahih dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam sesungguhnya aku akan mengatakannya, walaupun belum sampai kepadaku." (lihat "Manaqib Asy-Syafi’i rahimahullah" karya al-Imam Baihaqi, 1/421).

Beliau juga telah membantah para pengingkar hadits ahad sebagai hujjah dalam maslah aqidah dan beliau memaparkan dalil-dalillnya.

3. Mengagungkan Pemahaman Salaf (para Sahabat radhiallahu’anhum) dan Mengikuti Mereka.
Sungguh pemaham Sahabat radhiallahu’anhum di kalangan ulama salaf memiliki kedudukan yang tinggi dan agung. Para Sahabat radhiallahu’anhum, merupakan qudwah (teladan) mereka baik dalam urusan agama ataupun dunia. Mereka seperti yang disebutkan oleh Ibnu Mas'ud : "Wahai sekalian manusia, barangsiapa yang meniti jalan, maka hendaklah dia meniti jalan orang yang telah meninggal dunia karena sesungguhnya orang yang hidup tidak aman dari godaan. Mereka adalah Sahabat Muhammad shalallahu’alaihi wasallam. Mereka adalah umat yang paling utama, paling dalam ilmunya dan paling tidak membebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang Allah Subhanahuwata’ala telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Maka ketahuilah keutamaan mereka dan ikuti langkah-langkah mereka. Berpeganglah semampu kalian dengan akhlak dan agama mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus." (lihat "Jami' Bayanil 'Ilmi" 2/97 dan "Dar'ud Ta'arudh" 5/69).

Hudzaifah rahimahullah berkata: "Wahai sekalian ahli Qur'an, luruslah kalian dan ikutilah jalan orang-orang sebelum kalian. Maka, demi Allah Subhanahuwata’ala, jika kalian lurus niscaya kalian telah melangkah jauh ke depan. Namun  jika kalian menyimpang ke kanan dan ke kiri, maka kalian telah tersesat dengan kesesatan yang jauh." (disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam kitab "Minhajus Sunnah, 5/81)

Al Imam Ahmad mengatakan: "Prinsip sunnah (aqidah) di sisi kami adalah berpegang teguh  dengan apa yang telah dilalui oleh para Sahabat Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. (lihat "Jami' Bayan Al-Ilm 2/97 dan Minhajus Sunnah 6/81).

Read More...... [+/-]

Rabu, 04 November 2009

Waspada Kesyirikan Di Balik Ramalan Mama Lauren


Hati-hati terhadap ramalan Pra-normal Indonesia, yakni Mama Lauren yang barusan meramalkan bahwa kota-kota besar di Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang & Surabaya dalam waktu dekat ini akan mengalami bencana yang menyedihkan. Bahkan dia bersama para dukun lainnya seperti Ki Joko Bodoh cs berkumpul di suatu tempat untuk menangkal bencana yang katanya akan terjadi tersebut. Dan bukan itu saja, dia beberapa waktu lalu juga meramalkan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012...!!!

Wahai saudaraku seiman dan seaqidah,
Mari kita waspada. Waspada terhadap ramalan tersebut yang mustahil untuk dipercayai yang akan menjerumuskan kita ke lembah kesyirikan.
Mari kita berhati-hati. Berhati-hati terhadap runtuhnya aqidah dan iman kita bila mempercayainya.

Kenapa ramalan ini wajib untuk TIDAK dipercayai?
Karena suatu ramalan sifatnya ghoibiyah dan tidak ada satu makhluk pun (baik manusia, malaikat maupun bangsa jin) yang bisa mengetahui sesuatu yang ghoib kecuali Allah Subhanahuwata'ala. Bahkan para malaikat yang berada di bawah "Arash" (singgasana) Allah Subhanahuwata'ala saja sebagai malaikat yang paling dekat jaraknya dengan Allah saja tidak bisa mengetahui sesuatu hal yang ghoib yang akan Allah perbuat dan rencanakan. Apalagi kita sebagai hamba-Nya yang hina ini yang seringkali berbuat dosa dan melupakan-Nya di waktu pagi dan sore di sepanjang hidup kita sampai detik ini, tentu lebih sangat mustahil DIA beritahu sesuatu yang ghoib.

Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam saja selaku "kholilullah" (orang yang paling dikasihi Allah bersama Nabi Ibrahim 'alaihissalam) dan Nabi kita yang kita bersahadat atasnya di dalam setiap sholat kita, beliau sendiri tidak bisa menjawab dengan pasti sewaktu para Sahabat bertanya tentang kapan terjadinya hari kiamat, beliau hanya menjawab "hanya Allah yang tahu.."  Allah hanya mewahyukan kepadanya sekedar tanda-tandanya saja, seperti terbitnya matahari dari barat, munculnya dajjal, turunnya Nabi Isa dan datangnya Imam Mahdi alaihissalam, banyaknya jumlah perempuan daripada laki-laki, dsb. tidak lebih dan tidak kurang. Dan Allah hanya mewahyukan sesuatu yang ghoib hanya kepada para Nabi dan Rasul. Itupun seizin-Nya melalui jibril as. selaku pembawa wahyu.

Namun baru-baru ini.... tiba-tiba datang seorang perempuan.... Bukanlah seorang nabi.... Bukan pula seorang rasul.... Tepatnya seorang dukun.... (yang saat ini dirubah penyebutannya untuk menyamarkan ummat dari kefasikannya menjadi "Pra-normal"), seorang yang tidak jelas asal-usulnya, seorang yang tidak seiman dan seaqidah dengan kita, tiba-tiba datang dengan berita ramalan ini.... apakah layak untuk kita percayai dan diimani...?

Wahai saudaraku seiman dan seaqidah,
Mari kita kembali kepada Al-Qur'an dan hadits selaku pedoman hidup kita. Allah Subhanahuwata'ala di dalam Al-Qur'an banyak mewahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada kita ummatnya agar berhati-hati terhadap masalah yang ghoib dan mengharamkan kita untuk mempercayainya.

Allah azzawajalla berfirman dalam surat An-Nahl ayat 65:
"Katakanlah, "Tidak akan mengetahui seorangpun (makhluk) yang di langit dan yang di bumi itu tentang (hal) ghaib kecuali Allah." (an-Nahl:65)

Allah juga berfirman dalam surat Al-Jin:
"Dialah yang mengetahui yang ghaib dan tidak seseorangpun yang diberitahu tentang keghoiban itu kecuali orang yang dikehendaki-Nya daripada para rasul." (Jin: 26-27)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu haditsnya:
"Tidak ada yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah." (HR.Thabrani: derajat hadits "Hasan")

Apa hubungannya ramalan ini terhadap aqidah dan iman kita?
Wahai saudaraku seiman dan seaqidah, mari kita berlepas diri terhadap perbuatan orang-orang yang memusuhi Allah ini, yaitu para dukun alias pra-normal. Sangat besar ancaman Allah terhadap orang-orang yang percaya terhadap ramalan para dukun, apalagi sampai mendatanginya. Bahkan orang yang mendatangi dukun dan mempercayainya maka dia telah keluar dari dien Islam alias kafir, walaupun dia tetap menyatakan diri sebagai seorang muslim dan tetap melaksanakan sholat, namun di mata Allah dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW yakni Islam.

Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi ahli nujum dan dukun dan mempercayai ucapannya maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad. Derajat hadits "Shohih") Yaitu dia telah kafir terhadap Al Qur’an, dan orang yang kufur terhadap Al Qur’an batal keislamannya.

Pada hadits ini sudah jelas bagi kita bahwa mendatangi para dukun terlebih lagi mempercayai setiap ramalannya adalah perbuatan syirik. Dan perbuatan syirik adalah puncaknya segala kemaksiatan dan dosa dimana orang yang melakukan perbuatan syirik akan keluar dengan sendirinya dari dien Islam. Mungkin di mata kita manusia masih menganggap dia seorang muslim karena tetap melaksanakan amalan sholat, puasa, berhaji dan ibadah lainnya, namun di mata Allah dia telah kafir dan keluar daripada Islam. Bagi Allah, amalan yang dia lakukan adalah sia-sia, tidak diterima, dicampakkan dan dikembalikan lagi kepadanya. Bahkan kita selaku seorang muslim haram sholat di belakang seorang dukun dan pelaku kesyirikan lainnya dan wajib mengulangi sholat kita di rumah bila kita sempat sholat berjamaah dengannya dimana dukun tersebut waktu itu sebagai imam. Hal ini karena statusnya yang bukanlah seorang muslim lagi.

Allah berfirman dalam surat Az-Zumar:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: "Dan telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu, jika kamu berbuat syirik, niscaya gugurlah seluruh amalan-amalanmu dan tentulah kamu menjadi orang yang merugi " (az Zumar: 65)

Firman Allah dalam surat An-Nisaa':
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا. ]النساء: 48[
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar". (an-Nisaa’: 48)

Firman Allah dalam surat Yusuf:
[وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ[ (يوسف:106)
Artinya: "Dan tidaklah beriman kebanyakan mereka kepada Allah  kecuali mereka berbuat syirik." (Yusuf : 106)

Firman Allah dalam surat Luqman:
[يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ [(لقمان: من الآية13)
Artinya: "Wahai anakku, janganlah engkau melakukan kesyirikan, sesungguhnya syirik itu adalah kezholiman yang teramat besar."

Rasulullah SAW bersabda:
[من مات يشرك بالله شيئاً دخل النار] رواه مسلم
Artinya: "Barang siapa mati dalam keadaan berbuat syirik dengan sesuatu, pasti masuk neraka." (HR. Muslim)

Wahai saudaraku seiman dan seaqidah,
Begitu banyak dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menjelaskan tentang betapa bahayanya perbuatan syirik itu. Saking bahayanya, Rasulullah SAW sampai mengatakan bahwa kesyirikan tersebut bagaikan semut hitam yang berada di atas batu hitam di tengah malam yang kelam dan gelap gulita. Kesyirikan tersebut sangat gelap dan hampir-hampir tidak bisa terlihat. Terlihat samar di depan mata kita.  Bagitulah kesamaran yang ada pada perbuatan syirik tersebut, sehingga kita terpedaya darinya dan tertipu seolah-olah hal itu sesuatu yang benar.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda di hadapan para sahabatnya:
الشِرْكُ أَخفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ. قَالَ أَبُوْ بَكْرٍ: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَهَلْ الشِّرْكُ إِلاَّ مَا عُبِدَ مِنْ دُوْنِ اللهِ، أَوْ مَا دُعِيَ مَعَ اللهِ؟ قَالَ: ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، الشِّرْكُ فِيْكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ. (رواه أبو يعلى وابن المنذر)
Artinya: "Kesyirikan itu lebih samar dari rayapan semut. Abu Bakar (terkejut) dan bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : “Wahai Rasulullah, bukankah kesyirikan itu adalah hanya beribadah kepada selain Allah atau meminta kepada selain Allah saja?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Engkau mengecewakan ibumu! Sungguh kesyirikan di antara kalian lebih samar dari rayapan semut.” (HR. Abu Ya'la dan Ibnul Mundzir).

Oleh sebab itu, mulai sekarang, marilah kita berhati-hati terhadap perbuatan syirik tersebut. Ramalan para dukun seperti Mama Laurent yang meramalkan akan ada bencana ini dan akan ada bencana itu, bahkan dengan berani meramalkan akan terjadi hari kiamat pada tahun 2012, sungguh suatu yang menyesatkan yang menyamarkan kita akan kesyirikan yang ada di baliknya. Kesyirikan yang bila kita percayai akan menjerumuskan kita ke lembah kekufuran yang mengeluarkan kita daripada Islam. Sungguh suatu hal yang mengerikan. Dan bila itu terjadi, di akhirat nanti neraka jahannam tentu sudah menanti dan disanalah pelaku kesyirikan bergabung dengan penghuninya yang lain dari kalangan Yahudi dan Nashoro. Nauzubillahiminannaar....

Untuk itu, bila di antara kita ada yang pernah terjerumus kepada hal yang demikian, atau pernah mendatangi para dukun atau setidaknya pernah mempercayai ramalannya, mari kembali kepada Islam. Satu-satunya cara agar kembali adalah dengan bertobat. Sebelum nyawa sampai ke tenggorokan, insyaAllah pintu tobat masih terbuka. Bertobat dengan ikhlas dan kesungguhan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Menjauhi para dukun dan para pelaku kesyirikan lainnya, berpaling daripadanya, tidak mempercayainya dan berlepas diri terhadap apa yang dilakukannya.

Kita tidak akan memikul dosa atas perbuatan mereka. Begitu juga sebaliknya. Masing-masing kita akan bertanggung jawab terhadap apa-apa yang telah kita lakukan. Dan kita berdo'a kepada Allah SWT agar tidak termasuk orang-orang yang merugi di akhirat nanti.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam surat Az-Zumar:
فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
"Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (Az-Zumar: 15)

Dan terakhir, kami berpesan kepada para dukun dan pra-normal seluruhnya. Bila Anda seorang muslim, kembalilah kepada Allah dan bertobatlah pada-Nya. Tinggalkanlah apa-apa yang telah kalian kerjakan karena sungguh hal tersebut adalah kesyirikan yang nyata. Segelintir jin yang berada di belakang kalian yang membisiki kalian akan perkara-perkara ghoib yang mereka curi dari langit akan makin menjerumuskan kalian ke lembah kesyirikan yang dalam. Sungguh, jin-jin yang bersama kalian hanya mendengarkan segelintir kecil dari berita-berita langit, sebelum mereka diusir penduduk langit dengan lemparan bola api yang menyala dan hampir-hampir membakar mereka. Tujuan mereka agar tetap bersama kalian hanyalah agar kalian tetap menjadikan mereka tempat bertanya tentang berita-berita ghoib yang mereka janjikan. Sungguh, tujuan mereka sebenarnya hanyalah satu yakni menjerumuskan kalian kepada sesuatu yang samar yang tidak kalian sadari, yaitu kesyirikan, sehingga kalian terlena daripadanya dan keluar dari dien ini secara pelan-pelan tanpa terasa. Dan di akhirat nanti kalian baru sadar dan termasuk orang-orang yang merugi. Sungguh, setiap perbuatan kita akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT di akhirat nanti.

Dan terkhusus kepada Mama Lauren, sungguh perkataan Anda tentang ramalan ghoibiyah akan terjadinya bencana dan hari kiamat tersebut adalah sesuatu perkara dusta yang nyata. Jagalah mulut dan perkataan Anda, karena ilmu tentang perkara ghoib hanya hak Allah SWT semata. Tidak satu makhlukpun yang mengetahuinya.

Allah berfirman dalam surat Al- Isra':
“Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu padanya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungan jawaban.” (QS. Al Isra: 36)

Read More...... [+/-]

Sabtu, 17 Oktober 2009

Syari’at Membimbing Kita dalam Menggunakan Teknologi dan Alat Komunikasi

By: Abu Dzulqarnain

Telah  ada fakta-fakta terkait masalah komunikasi antara pria dan wanita muslimah... terjadinya khalwat, ikhtilath, dengan fasilitas chatting pribadi di private message, fasilitas chatting langsung di HP dengan mig33.com, yahoo messenger, fasilitas berkomunikasi dua arah, dengan SMS, MMS, dengan internet via Paltalk, Yahoo Mesenger, Gmail Talk (gtalk), MSN Mesengger, juga komunikasi asyik dengan fasilitas facebook, twitter, dll.

Juga kenyataan waktu daurah masyayikh online di bantul, menurut panitia, kebebasan chatting ini amat menganggu jalannya dauroh, berbicara tidak ada manfaatnya, menunjukkan dia tidak konsentrasi. Bahkan bahwa sampai terjadi pertikaian antara 2 akhwat, antara ikhwan dan akhwat ada yang sampai pacaran, dan terjadilah beberapa kemaksiatan gara-gara fasilitas ini. Sebagian ada yang private message (bercakap-cakap berduaan) antara ikhwan dengan akhwat, sampailah tidak lagi berLABEL untuk berdakwah, nasihat, menyebarkan ilmu, tapi mulai nampak aslinya, yakni taaruf, menggoda lawan jenis, mengarah zina hati, dst. Terbukalah pintu-pintu syaithan, karena khalwat di internet dan lewat HP yang TIDAK akan diketahui manusia, sebagaimana pacaran/khalwat di rumah-rumah, di mobil-mobil, di tempat wisata.

Dan terjadilah hal-hal yang amat memalukan yang tidak kita harapkan secara tidak diduga-duga, dst, ketika terjadi pengingkaran atas kemungkaran tersebut, justru ybs disikapi keras. Wallahul musta'an. Demikianlah yang terjadi wahai saudaraku.

Berikut fakta di media massa yang ada terkait efek negatif chatting dan internet, hasil komunikasi antara pria dan wanita lewat teknologi HP dan internet.

Fakta :
Hasil penelitian Putri Dr Jauharah binti Fahd bin Al-Saud, menyebutkan bahwa 57,2 persen dari duda cerai dan 63 persen dari janda cerai mengakui bahwa "chatting" di alam maya sebagai penyebab keretakan rumah tangga, yang berahir dengan perceraian. (Antara/Kompas 22/11/2006)

James Pacenza (55), karyawan yang baru saja dipecat dari perusahaan pembuat komputer dunia itu. Dia mengaku menjadi korban kecanduan chatting di Internet yang sangat sulit untuk dihilangkannya, sehingga aktifitas tersebut seringkali dilakukannya saat jam kerja. Menurutnya kecanduan terhadap chatting yang dialaminya adalah sebuah penyakit, dan seharusnya IBM memberikan dirinya waktu untuk konseling ke psikiater untuk menyembuhkan kecanduannya, tandasnya. (Detik 7/12/2006)

"Dari 240 kasus perceraian yang terjadi selama 2008 di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola),Provinsi Kalimantan Selatan, 80% disebabkan karena adanya pesan singkat melalui telepon genggam (HP). Hal itu diungkapkan Drs. Hajizi, mantan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandastana Kab. Batola kepada ANTARA ketika ditemui saat menghadiri pengajian di Banjarmasin, Kamis malam (16/7)." (Antara 17/7/2009)

"Lain halnya dengan guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah dasar di Solo. Sebut saja Ri (bukan nama sebenarnya). Melalui Facebook, Ri menerima teror dari salah satu kontaknya. Bahkan, si peneror menyelipkan ancaman pembunuhan. Gadis kuning langsat bermata indah ini menduga sang peneror adalah salah seorang pendengar radio, tempat ia siaran." (Bahana, Mei 2009)

"Kasus pembunuhan sadis yang dialami Novriadi (24), mahasiswa Sekolah Pariwisata Indonesia Bandung atau yang lebih dikenal kampus NHAI Bandung, diduga berawal dari chatting. Welington (25) sang penjagal yang tengah menjalani pemeriksaan aparat penyidik Polres Bandung Timur mengaku kenal dengan korban melalui chatting. Dari mulai kenalan, berlanjut janji kencan, dan hingga aksi pembunuhan." (Antaranews, 24/12/2008)

"Facebook dan jejaring sosial sejenisnya makin banyak meminta korban jiwa. Kebanyakan korban jejaring sosial ini adalah remaja. Seorang gadis asal Inggris, Holly Grogan (15 tahun), nekat bunuh diri setelah mengalami tekanan psikologis yang dilakukan oleh teman-temannya melalui Facebook." (23/09/2009)

Dan kita telah mendengar bahwa 700 ulama NU Jatim, yang mengharamkan facebook bermula dari kasus seorang santri di Lirboyo mendapatkan kiriman gambar-gambar porno. Dan memang foto dihalalkan di facebook, bahkan setiap orang di friendster dan facebook bisa kirm-kiriman foto, kirim-kiriman pesan private dan ada kans untuk pacaran, nadhor tidak syar'i, dan wallahi ini telah terjadi diantara ikhwan dan akhwat kita. Kendati si ikhwan dan akhwat sampai menikah, namun semula dengan nadhor tidak syar'i dan komunikasi tanpa hijab tanpa mahram ini amat menyedihkan kita.

Seperti itulah yang terjadi, bahwa foto dan video bisa tampil di friendster, facebook, sehingga si lelaki bisa tahu lawan bicaranya, si wanita bisa tahu wajah, foto bahkan video tentangnya, walaupun bisa saja itu semua dipalsukan. Mengingkari haramnya foto yang ditampilkan amat sangat sulit di friendster dan facebook, sehingga bertebaran foto dan video disana, setiap lelaki dan wanita bisa saling komunikasi, tidakkah hal ini akan membuat pintu-pintu fitnah dengan ikhtilat, khalwat yang bisa berlanjut pada perceraian, perzinaan, naudzubillah..

Nah, bagaimana pandangan syariah atas komunikasi antara pria dan wanita, di komputer internet maupun telpon, walaupun dalih dakwah, memberi nasihat sering diungkapkan, namun ujung-ujungnya pacaran, taaruf, dan mengkhawatirkan adanya perzinaan tersebut ?

Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (1)
Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (2)
Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone (3)

(Artikel masih bersambung....)

Sumber dari www.assalafy.org, nasihat dari al akh Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Ahmad bin Muqbil hafidhahullah, dan mendapatkan pujian dari dari Asy-Syaikh Al-’Allamah Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi Al-‘Abdali hafizhahullah, diterjemahkan oleh al Ustadz Abu ‘Abdillah Kediri.

Read More...... [+/-]

Majalah

































 

Copyright © 2009 by: www.IndexArticles.com

Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial